MENGENAL SKIZOFRENIA DARI PERSPEKTIF PENDERITA

Gambar tersebut dibuat oleh Kate Fenner (17), ODS yang menjadikan menggambar sebagai alat untuk koping dalam menghadapi gejala skizofrenia. 
Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about - Karlie 

Jika yang dimaksud dengan normal adalah berperilaku sesuai dengan pola perilaku dan tidak memiliki perbedaan signifikan dengan masyarakat pada umumnya, apakah mungkin kita bisa normal dan dapat bertahan untuk selalu normal?

Nilai-nilai yang melekat pada label "normal" memang telah menjadi sebuah pedoman yang mengatur bagaimana seseorang seharusnya berinteraksi dan berperilaku.

Sayangnya, banyak yang tidak sadar bahwa standar normal sangatlah subjektif dan memiliki derajat yang berbeda bagi setiap orang. Yup subjektif, sehingga banyak yang lupa bahwa dari setiap 1.000 kelahiran, terdapat satu anak yang lahir dan harus mengemban tugas berat hanya untuk menjadi normal.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 7 dari 1.000 rumah tangga di Indonesia memiliki anggota keluarga yang mengalami disfungsi otak secara tidak normal dengan rentang usia 15-35 tahun. Dari tujuh sampel tersebut, satu diantaranya berakhir dengan bunuh diri dan lima lainnya paling tidak pernah mencoba untuk melakukan aksi bunuh diri.

Sisanya? akan berpura-pura "normal" hingga pada akhirnya tidak dapat menahan diri dan hidup di emperan jalan dan dikenal dengan istilah "orang gila."

Imajinasi Itu Mungkin Akan Hilang Saat Kamu Terbangun, Tapi Tidak Pada Orang Dengan Skizofrenia (ODS)

Schizophrenia can not be understrood without understranding despair - R. D. Laing

Jika berimajinasi adalah hal yang normal dan bisa menghasilkan karya yang spektakuler, maka tidak ada  manusia yang mampu berimajinasi lebih hebat dari penderita skizofrenia atau yang biasa disebut orang dengan skizofrenia (ODS).

Namun, apa itu skizofrenia?

Sebelum masuk pada definisi ilmiah, untuk menyederhanakan, dapat dikatakan bahwa seluruh penduduk dunia pernah merasakan apa yang dirasakan oleh ODS. Walau hanya terjadi sesekali dan terdapat di alam bawah sadar.

Setiap orang tentu pernah bermimpi dalam tidurnya. Mimpi yang penuh dengan ketakutan seakan dikejar oleh sosok tertentu, mimpi mendengar suara atau bisikan yang tak memiliki bentuk atau rupa, mimpi sedang berpetualang dengan seorang yang tidak pernah menampakkan diri kecuali hanya suara.

Namun setelah bangun dari tidur, mimpi itupun lenyap. Sayangnya, bagi ODS, mereka tidak pernah benar-benar terbangun dari mimpinya dan bayangan tersebut terus ada menemani setiap jengkal kehidupan mereka.

Apa Itu Skizofrenia?

Gambar tersebut dibuat oleh Kate Fenner (17), ODS yang menjadikan menggambar sebagai alat untuk koping dalam menghadapi gejala skizofrenia.

Menurut kamus medis yang diterbitkan oleh Oxford University Press, skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.

Os dan Kapur (1), seorang Profesor Epidemiologi Psikiatri dan Kesehatan Mental Publik dari Utrecht University Medical Center, menjelaskan bahwa gejala skizofrenia biasanya muncul pada masa remaja dan/atau periode dewasa awal.

Diagnosis skizofrenia dapat dikaitkan dengan adanya bukti perubahan pada struktur otak dan perubahan neurontransmitter dopamin, yang kemudian berhubungan secara langsung dengan halusinasi dan delusi hingga menyebabkan ODS mengalami disfungsi sosial.

Gejala yang timbul pada penderita skizofrenia umumnya ada dua yaitu gejala positif yang berupa halusinasi pendengaran, paranoia atau waham mengenai sesuatu yang bersifat supranatural atau yang biasa disebut dengan manifestasi psikosis; dan gejala negatif yang meliputi defisit pada cara merespon emosi, cara berbicara, dan berpikir sehingga berpengaruh negatif terhadap kehidupan sehari-hari ODS dan akhirnya menyebabkan disfungsi sosial.

Os dan Kapur kemudian menjelaskan bahwa faktor genetik dan lingkungan berdampak signifikan terhadap perkembangan skizofrenia. Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dan faktor hipoksia dan infeksi, atau stress dan malnutrisi pada ibu hamil disebut dapat meningkatkan risiko timbulnya skrizofrenia.

Apakah Skizofrenia Dapat Diobati?

Gambar tersebut dibuat oleh Kate Fenner (17), ODS yang menjadikan menggambar sebagai alat untuk koping dalam menghadapi gejala skizofrenia.

Orang dengan skizofrenia (ODS) memang sulit untuk disembuhkan. Namun, efek relapse dapat diminimalisir dengan mengkonsumsi obat-obatan anti psikotik secara teratur sesuai dengan anjuran psikiater rumah sakit jiwa ( RSJ) ataupun yang bertugas di poli jiwa rumah sakit (RSU). Kebanyakan dari ODS bahkan harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang ataupun seumur hidup.

Maka dari itu, dalam praktiknya support system tidak kalah penting untuk mendukung pengobatan ODS. Sayangnya, masyarakat masih tidak familiar dan tidak siap menghadapi ODS.

Hingga saat ini, ODS seringkali dihubungkan dengan hal-hal berbau supranatural dan gaib, padahal secara medis ODS sama dengan penderita diabetes. Mereka perlu mengkonsumsi obat untuk menstabilkan kadar gula darah.

Hanya saja, karena perubahan fungsi terjadi pada daerah otak yang mempengaruhi psikis dan bukan fisik, seringkali ODS tidak mendapatkan pertolongan medis yang seharusnya. Misal, alih-alih dibawa ke psikiater, seringkali keluarga justru membawa ODS ke dukun atau pemuka agama karena gejalanya dianggap gejala supranatural.

Selain itu, stigma yang terbentuk dalam masyarakat mengenai ODS juga cenderung missleading. ODS atau ODS seringkali dihubungan dengan tingkat perilaku kekerasan yang tinggi, sebagaimana yang sering digambarkan pada film horor. Pada kenyataannya, ODS pada umumnya justru bersikap defensif (kecuali pada kasus penyalahgunaan psikotropika).

**

PS: Terimakasih kepada kontributor karena sudah bersedia sharing pengalaman sebagai ODS dengan kami melalui tulisan. Pasti berat, tapi terimakasih karena sudah mau meluangkan waktu dan menambah wawasan kami mengenai ODS.

Setelah membaca ini, semoga kita bisa lebih aware mengenai kesehatan mental, bisa lebih mengenal diri sendiri, hingga tahu kapan harus meminta bantuan.

Semoga dengan ini juga, kita semakin aware jika ada seseorang disekitar kita mengalami mental illness, jadi tahu bagaimana cara bersikap dan memberi dukungan, juga dapat memberi saran untuk segera mencari pertolongan medis jika diperlukan.

SELAMAT HARI PENCEGAHAN BUNUH DIRI SEDUNIA! terimakasih sudah bertahan, berjuang dan tetap hidup, jangan berhenti berharap ya, semua akan baik-baik saja pada waktunya. Much love xoxo

You Might Also Like

11 komentar

  1. Mbknya kok pinter nulis si yaaa..

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas sharingnya, saya baca beberapa artikel disini karena saya juga tertarik dengan topik kesehatan mental. Dulu 2012 saya mengalami perubahan hidup yang cukup besar bikin stres, nangis terus, susah makan. Tapi sulit rasanya cerita ke orang lain tentang kondisi saya. Syukurlah Allah kasih jalan jadi bisa melalui itu semua sampai sekarang. Keep writing keep inspiring mbak 😊.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaa.. *peluk dari jauh* terharu banget. Terimakasih sudah mau mampir dan membaca. Terimakasih sudah bertahan dan tetap hidup. Terimakasih karena sudah mengapresiasi sedemikian rupa. Jika satu saat mba butuh teman bercerita atau ingin sharing pengalamannya agar bisa jadi pelajaran hidup bagi kami, mba bisa menghubungi kami melalui email jendelaeva@gmail.com, sekali lagi terimakasih <3

      Delete
  3. Terima kasih sudah berbagi mbak 👍🙏 saya bagikan lagi ya...😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Lala, semoga bermanfaat ya. Silahkan jika ingin di share :)

      Delete
  4. Hmmm,aku masih belum paham mba,dengan orang yang mengalami skizofernia dan tidak terbangun dari mimpinya. Boleh di contohin kasus ga? Hehe. Awal baca agak ngeri2 gitu,tapi aku gak dapet contoh satu kisah gitu ditulisan mba,hehe. Kok aku jadi bayangin kaya penulis Danur tuh skizofernia ya? Atau sebenarnya memang ada orang yang bisa melihat makhluk gaib ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang dilihat dan didengar oleh ODS bukan makhluk gaib, tapi halusinasi dari ODS. Pada titik tertentu jika tidak diobati, mereka tidak akan bisa membedakan mana halusinasi dan bukan. Tipe scizofrenia juga banyak, tapi mungkin video schizophrenia simulation di youtube bisa sedikit banyak membantu untuk memberikan gambaran visualnya. Terimakasih sudah membaca dan menyempatkan bertanya.

      Tambahan: Kalau ada orang gila di jalan terlihat mojok sendiri di jalan, jangan takut ya, kalau bisa sempatkan untuk membelikan makanan. Mungkin mereka terlihat sedang bicara sendiri, tapi mereka berpikir bahwa mereka sedang berbicara dengan orang lain (halusinasi).

      Delete
  5. bagaimana dengan indigo,, sama sama merasa ada yang bicara dengannya, merasa ada yang bermain dengannya..
    Apakah ada tingkatan terendah dari skizofrenia?. Karena saya sendiri (entah ini termasuk skizofrenia apa engga) Setiap saat fikiran saya seolah bicara sendiri, ga pernah sedetikpun fikiran saya kosong. Sad...

    ReplyDelete

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"