Cerita Horor di Kosanku (Part 2)

Foto ilustrasi, credit to Google. 

Untuk lihat Cerita horor di kosanku part 1, silahkan klik >> Cerita Horor di Kosanku (Part 1)

Sore itu, karena merasa lapar, jadi aku bersiap keluar untuk mencari beberapa makanan.

Sesaat setelah membuka pintu kamar, samar-samar terlihat, ada bayangan tubuh yang tergeletak. Setelah diperhatikan dan mencoba berkedip beberapa kali, berharap salah lihat, tapi ternyata tubuh itu tetap masih disana, dan tiba-tiba bergerak menggeliat dengan gerakan cepat, kemudian kembali diam.

Kaget dan nyaris terjatuh, reflek, segera kututup pintu kamar. Kurasakan jantungku mulai berdegup kencang, tak ingat lagi soal rasa lapar.

Tapi kalau boleh jujur, sebetulnya kejadian dua minggu lalu jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan apa yang baru saja kulihat. Lagipula, bayangan tadi mungkin saja hanya siluet yang entah datang dari mana.

******

Dua Minggu Lalu


Saat itu, aku baru saja tiba di kota ini. Kost tentu menjadi tujuan pertama, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Berharap bisa langsung merebahkan diri di kasur tercinta.

Seketika harapan untuk langsung masuk kamar dan tidr pulaspun sirna, teringat kalau aku harus terlebih dulu membersihkan kamar.

Yah namanya juga kamar yang sudah ditinggalkan untuk beberapa saat, pasti berdebu dan kotor, sehingga harus segera dibersihkan. Fiuhhhhhh! belum apa-apa sudah terbayang lelahnya.

Segera setelah sampai kost, aku duduk diruang tengah, tempat kami (penghuni kost) biasa duduk dan ngobrol. setelah rut
initas kuliah yang cukup longgar dong. Namanya juga angkatan tua haha.

Duduk dan melihat sekeliling. Ternyata keadaan benar-benar sepi. Memang sih, di grup *lane yang isinya penghuni kost, mereka sempat mengatakan bahwa dua hari lalu harus segera berangkat ke desa untuk melaksanakan KKN. Sedangkan yang lain kembali ke kotanya masing-masing, karena kebanyakan dari kami adalah perantau.

****

1 Februari 2015


Dua hari lalu, setelah sampai kosan Aku langsung bersih-bersih kamar mandi, karena setiap kamar disini difasilitasi kamar mandi dalam.

Dua hari ini berjalan cukup lancar. Pagi hari untuk beres-beres kamar dan kosan, siang sampai malam untuk baca jurnal diselingi nonton film, tentu aja nonton punya porsi yang lebih banyak. Gak tahan juga kalau harus sampai baca jurnal selama berjam-jam kan.

****

Hari ini, tanggal 1 Februari 2015. Saat dimana teror itu dimulai.


Malam ini sangat gelap, ditambah hujan deras. Tak ada suara apapun, kecuali air yang menghantam tanah dari ketinggian. Televisi kecil di kamar segera kunyalakan untuk menghilangkan kegelisahan dan ketakutan yang mulai muncul.

Entah kenapa perasaanku jadi sangat tidak nyaman, terutama soal kamar mandi yang ada didalam kamar ini.

Sering diterpa ketakutan karena sendiri disini, Aku menghibur diri sendiri dengan berkata,

Yahilah, kamar mandi kecil begini, muat satu orang aja udah bagus, gak mungkin juga kalau ada makhluk lain, mau ditaro dimana?

Walaupun begitu, akhirnya malam itu kuputuskan untuk tidak menggunakan kamar mandi, dan lebih memilih untuk segera tidur dan menenggelamkan diri didalam selimut.

**
Esoknya, perasaan yang sudah jauh lebih baik dan hilangnya firasat buruk mendorong tubuh ini untuk segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tapi tiba-tiba, saat pintu terbuka, yang terlihat justru dua anak kecil yang sedang bermain.

Reflek, kututup kamar mandi dengan kencang, segera menuju tempat tidur, dan kembali menenggelamkan diri didalam selimut. Takut!! hanya itu perasaan yang kurasakan.

Tak terpikir sedikitpun untuk berlari keluar dari kamar, karena sudah sangat panik. Lagipula, firasatku buruk mengatakan hal yang buruk soal lorong itu.

Jantungku berdegup kencang, persendian ototku terasa copot. Lemas dan ketakutan. Sulit untuk mencerna kejadian yang telah menimpaku barusan, sampai akhirnya tanpa tersadar Aku tertidur.

**
Hangat dan terang, itulah yang kurasakan saat pertamakali membuka mata.

Ternyata hari sudah siang. Masih berharap bahwa kejadian yang menimpaku tadi pagi hanyalah mimpi buruk.

Segera kubersihkan wajahku yang terlihat kacau dan beberapa bagian tubuh dengan tissue basah. Jorok? sudah tidak terpikir lagi.

Sialnya, disaat panik seperti itu, perut justru tidak bisa diajak kompromi. Cacing didalam perut mulai berdemo dan mengeluarkan suara khas orang kelaparan. Memang sih kalau diingat, Aku belum memakan apapun sejak kemarin malam.

**
Seiring dengan perasaan yang membaik, Aku memutuskan untuk bersiap dan membeli makanan. Sudah siang toh? tak ada yang perlu ditakutkan.

Namun, barusaja membuka pintu kamar, Aku melihat sosok berlarian disepanjng lorong kamar.


BERSAMBUNG



You Might Also Like

3 komentar

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"