Miss You a Lot


Hari ini kembali ingin ku tuangkan segala letupan-letupan yang selalu bergejolak dalam hati. Apakah aku seorang remaja yang galau, seperti kebanyakan orang bilang?, entahlah :-D

Banyak orang berkata remaja adalah saat dimana kita dapat menikmati setiap detil perasaan, memperbesar segala masalah yang sebetulnya tak perlu dibahas, dan segalanya. Maka aku akan nikmati itu. Akulah remaja dengan segala macam kekayaan perasaanku. Cinta, benci, senang, sedih, yang bahkan bisa berganti tiap detik waktu. ku pikir, Aku remaja, kau pun remaja. Seharusnya kita sama. Tapi kita berbeda. benarkah berbeda?, hmm suatu saat mungkin akan terjawab. :-)

Sejak kemarin ku ingin tuangkan segala pelangi yang urung pergi, atau ini hanya awan kelabu yang meliputi hati?, entahlah. Aku tak tahu. Aku pikir pantas dikatakan pelangi, walau datang bahkan saat hujan enggan berhenti.

Aku pernah berkata. Jika aku dapat memilih, maka aku tak akan pernah memilih untuk jatuh cinta. Tidak juga untuk mengenalmu, tidak untuk memberikan segenap hatiku padamu, dan aku dihadapkan pada ketiadaan pilihan. Aku tak pernah menyesal. Perasaanku padamu yang urung pergi dari sini, seringkali membuatku sakit. Tapi jangan pernah pikir aku coba melepasnya. Aku menikmatinya. Aku sangat menikmatinya. Jangan kau lihat air mataku, lihatlah ujung bibirku yang susah payah ku angkat agar terpampang sebuah senyum kecil. Lihat rona wajah yang bahagia saat aku melihatmu. Aku sedang merindu.

Aku pernah katakan bahwa aku selalu rindu. Ini bukan soal seberapa jauh aku bisa menggunakan logikaku untuk menemukan alasan mengapa aku sangat cinta. Dapatkah kau berhenti bertanya. Hatiku enggan berbicara. Apa tidak ada alasan disana?, hmm mungkin. Mungkin juga terlalu banyak alasan, sampai mulutku terkatup diam.

Banyak orang bilang telenovela, sinetron, bahkan drama cinta lainnya adalah drama murahan. Aku tak pernah menyangkal itu. Sangat murahan!. Aku tak pernah suka sinetron. Cerita cinta dalam novel murahan. Novel itu mahal, tapi cerita cintanya ku anggap murahan, bahkan penulisnyapun menganggap demikian. Aku tak benar-benar mengatakannya, karena sungguh aku sangat iri. Maka aku anggap semuanya sebagai cerita picisan tak berharga.aku selalu memungkiri bahwa aku selalu ingin menjadi tokoh utama dalam roman murahan itu!. aku selalu ingin seorang pria menungguku diberanda rumah saat aku marah. Aku selalu ingin seorang pria menjengukku saat aku terbaring sakit. Aku selalu ingin seorang pria menopang dan memberikan semangat saat tubuhku terkulai lelah. Apa itu berlebihan?, bagiku ya!.

Maka aku hanya berharap priaku adalah seorang yang akan ada disaat aku rindu. Meski dia tak pernah tahu seberapa besar buncahan rasa yang telah membelengguku selama ini. Aku rindu. Aku hanya berharap pesanku dapat ia terima dengan sedikit senyum. Aku juga selalu berharap pesanku ia balas. Kini tak pernah aku harapkan lagi, dia selalu tepat membalas berbagai pesanku, selalu ada ketika aku kesulitan mencari bahan tugas, selalu ada disaat aku sangat rindu. Meski dia jauh disana, dilabirin waktu. Manusia tak pernah puas bukan?, maka setelah beberapa waktu, aku kembali berharap dia selalu membalas pesanku. Apa pasal!!. Dia punya banyak urusan, dan aku sebagai seorang stranger yang semena-mena masuk dalam kehidupannya, menuntut banyak hal. Aku bertanya pada diriku, “apa aku egois?”, logikaku berkata, “YA!!”. Hatiku meronta, meminta pembelaan.

Seorang kawan berkata, “usahlah kau terus murung, kami ada untukmu dan kami perduli terhadap keadaanmu”, hatiku tak terima dan terus mencari berbagai pembelaan, karena diapun selalu ada untukku. Lalu sahabatku berkata lagi, “Kau tak pernah dapat mencampurkan hati dan logikamu, tapi kau selalu dapat memadupadankan keduanya, hingga berjalan harmonis dan saling beriringan”. Aku setuju, dan sangat setuju. Tapi dia tak pernah meninggalkanku. Sungguh. Dia selalu disini, denganku. Hanya saja, aku yang tak pernah dapat melafal dengan baik kode yang dia berikan. Apa itu respon visual dari pembelaan hati. Entahlah. Aku tak tahu.

Yang jelas, aku rindu dan masih sangat rindu, mungkin akan selalu rindu.

For: bayang tegap yang selalu aku lihat dalam tiap mimpiku.



You Might Also Like

5 komentar

  1. Gw baca ini serasa hati gw menatap cermin

    ReplyDelete
    Replies
    1. halah -.-" cuma punya empedu aja so bilang bilang punya hati hiehie

      Delete
  2. begitukah :)

    tidakkah kau bertanya mengapa pesan singkat atau deringmu tak terbalaskan dariku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku tau kamu selalu punya alasan atas segala tindakan yang kamu pilih, dan aku masih terlalu takut untuk bertanya dan dengar alasan itu :(

      Delete
    2. nanti coba kirim nomer mu ke email ku ya :) biar aku sms kalo udah dipinjemin hp dari Allah lagi :)

      Delete

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"