Sepucuk surat untuk yang terkasih



Sepucuk Surat Untuk yang terkasih

Sayang sungguh aku memang bukan wanita yang baik
Pun aku mencoba melakukan apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu tertarik padaku
Tidak!! Aku tidak berubah menjadi baik dihadapanmu
Aku tak pernah sekalipun berfikir begitu
Ku fikir, aku harus menjaga sikapku dihadapan orang yang sangat kucinta
Sayang, ku tau betapa engkau selalu mencoba menghargaiku
Dan aku selalu menangis untuk itu
Sayang, tahukah engkau , betapa hanya engkau laki-laki yang pernah menghargaiku sedemikian rupa
Tidak! Aku tidak sedang membujukmu untuk lebih mencintaiku dengan bulir air mata
Sayang, sungguh ku tahu, meski engkau tak pernah menunjukkan sikapmu, ku tahu bahwasanya hanya engkau yang akan menjaga bunga yang hampir layu ini
Andai engkau tahu,
Sungguh, sorot mata itu bahkan dalam sekejap membuatku merasa bahwa hidupku akan selalu berarti
Bukan! Bukan karena hidupku membuatmu berarti, kata-kata itu terlalu sombong untuk dapat dikatakan seorang sepertiku
Tapi engkau lah yang selalu membuatku ingin bertahan untuk tetap berjalan,
Sayang, yang ku tahu bahwa aku tak pernah sedikitpun ingin mempermainkan orang yang amat ku cinta
Andai engkau tau, betapa aku sulit untuk melupakan masa kelamku
Dan betapa dulu aku berjanji pada diriku untuk tidak mengatakannya pada siapapun
Andai,.. 
sayang sungguh walau hanya berandai, aku merasa senang, karena aku sadar bahwa aku tak dapat sedikitpun memaksamu untuk tahu bagaimana perasaanku
Ketika kau datang, membawa sekaleng cat warna yang tak kan pernah habis untuk sekedar mewarnai hidupku yang begitu kelabu
Aku sadar, bahwa janjiku adalah sebuah KESALAHAN FATAL
Ya, aku tau kau berhak tau atas apa yang pernah ku lakukan dahulu
Sulit memang, aku sangat tahu bahwa aku mungkin akan kehilangan cintamu
Tapi sekali lagi ku kuatkan hatiku, bahwa jikalau nantinya memang kau tidak dapat menerimaku
Sungguh aku siap,
Aku hanya ingin, tak ada sedikitpun yang kututupi darimu,
Sungguh sayang, Aku amat mengetahui betapa kejujuran itu penting dalam hidupmu, dan aku tak ingin sedikitpun melukaimu
Sayang, ketika ku ceritakana semua, melalui surat elektronik yang mungkin dapat ku tulis, dengan rangkaian kata yang terkesan acak-acakan, diselingi gelak tawa
Sungguh disudut sana, diruang hati terdalam aku menangis, aku tersudut, aku sungguh takut kehilanganmu,
Aku sungguh takut melukai perasaan orang yang sungguh kucintai,
Orang terbaik yang pernah muncul dihidupku
Seandainya Tuhan memang tidak menuliskan nama kita berdua untuk dapat hidup bersama
Aku akan tertap tertawa gembira
Karena betapapun aku tak pernah lagi dapat memiliki hatimu secara utuh
Aku merasa terhormat, Tuhan pernah mengirimkan orang yang dengan tulus menjaga perasaanku

Pagi ini sayang, ku tahu satu hal
Wanita itu, berkata padaku
Bahwa engkau menginginkan seorang yang dapat memperhatikanmu dengan sangat
Bahwa engkau sungguh ragu atas perasaanku kepadamu
Bahwa engkau sungguh tak dapat percaya padaku

Tidak!, tidak sayang, aku tidak merasa sehancur yang kau fikirkan
Bukan! Bukan karena aku tidak benar-benar mencintaimu
Hanya saja, aku sangat faham
Bahwa siapapun, mungkin akan berfikiran sejalan denganmu
Dan sungguh aku sudah menyiapkan diriku untuk sebuah pernyataan ini
Sayang, sungguh aku tak pernah tau bagaimana perasaanmu kepadaku
Yang ku tahu, sungguh aku ingin berterimakasih kepadamu, untuk tetap menjaga hati dan perasaanku
Untuk tetap bertahan disisiku
Meski ku rasakan sekat tebal yang kau buat diantara kita
Namun ku tetap merasa terhormat dapat tetap bersama seorang yang ku yakin sampai Tuhan mengambilku kembali dia akan tetap menjaga perasaanku
 meski ku tau hatinya begitu tercabik oleh kelam masalaluku
sayang, surat ini sungguh tak dapat mewakili apapun
surat ini ku buat sungguh bukan untuk mencari simpatimu
bukan juga untuk merasa kasihan padaku
ku hanya ingin kau tau betapa surat ini sedikitnya dapat membuatku merasa sedikit terbebas
sama seperti  pertama kali ku ceritakan masa kelamku, hanya padamu
sayang, sungguh jikalau suatu saat aku harus mengorbankan diriku untukmu
aku rela,
karena ku tau hanya engkau yang dapat membuat diriku merasa hidup
bukan sebagai sampah, tapi sebagai manusia yang utuh

Dengan penuh cinta dan air mata bahagia
Untuk yang terkasih

You Might Also Like

4 komentar

  1. well, it's been a hell of a ride for the past two weeks. for me at least :D.apa yg aku alami.... apa yg kamu alami...
    hehe... membuatku merasa kecil. make me feel useless.
    dua minggu yg bener2 membuka mata, i'm only fooling myself...
    you'll never understand, you'll never love me... :P
    oh Ahmad, maafkan aku yg tll mencintaimu.

    ReplyDelete
  2. Zaman ini apa belum ada internet ya...pake surat2

    ReplyDelete

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"