Cerita Horor di Kosanku (Part 3: Akhir dari Teror)

Foto ilustrasi, credit to google.

Seiring dengan perasaan yang membaik, Aku memutuskan untuk bersiap dan membeli makanan. Sudah siang toh? tak ada yang perlu ditakutkan.

Namun, barusaja membuka pintu kamar, ada sosok berlarian disepanjang lorong kamar. Reflek, kembali kututup pintu kamar dengan kencang.

Saat itu bahkan tidak ada yang bisa kumintai tolong, Ibu kost saat itu sedang ke Surabaya. Lagipula lucu juga jika mengatakan pada Ibu kost bahwa kosannya menyeramkan. Pasti dia tak akan percaya.

**
Merasa putus asa, kututup semua ventilasi udara yang mungkin terhubung keluar, sekecil apapun itu, dengan lap hingga tissue. Takut mereka sedang memperhatikan dari lubang-lubang kecil itu.

Sore hingga malam kembali ditemani hujan yang cukup deras. Terjebak dalam ketakutan dikamar kecil, dan tak ada orang yang dapat dimintai tolong.

Hanya bisa diam, berlindung dibawah selimut.

***

3 Februari 2015

Teror kemarin cukup membuat lelah, lapar, dan segalanya. Sudah tidak membersihkan dan buang air selama dua hari kemarin. Anak kecil dalam kamar mandi yang kulihat dua hari lalu mungkin sudah hilang.

Pagi itu, dengan takut Aku kembali membuka pintu kamar mandi. Dua anak kecil tampaknya sudah tidak ada lagi.

Yang terlihat saat ini justru puluhan tubuh yang terbujur kaku dilantai kamar mandi. Banyak sekali bahkan tak dapat lagi kuhitung.

Kubanting pintu kamar mandi dengan tangan gemetar. Takut. Rasanya ingin menangis.

Kemarin malam, saat sedang ketakutan, Aku menelfon salah satu teman, bercerita tentang apa yang saat ini kualami. Dia berkata, "Bagaimanapun kamu harus bisa menghadapi ketakutanmu, tidak apa-apa."

Ya, tidak apa-apa. Sudah cukup melelahkan hidup dalam ketakutan selama dua hari bukan? Aku bahkan tak bisa makan dan membersihkan diri karena rasa takut yang berlebih.

Pada akhirnya kubuka kembali pintu kamar mandi, kuberanikan untuk membersihkan tubuh-tubuh itu agar tidak ada lagi disana. TUBUH-TUBUH KECOA MENJIJIKAN YANG TAK LAGI BERNYAWA (karena malamnya sempat disemprot pakai bay*on).

Horor sekali bukan ceritaku?

TAMAT.


You Might Also Like

0 komentar

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"