It's All About Him, My beloved..





Jangan berhenti mencintaiku..
Meski mentari berhenti bersinar..
Jangan berubah sedikitpun..
Didalam cintamu ku temukan bahagia.. (titi dj : jangan berhenti mencintaiku)

Itu yang semalam kita dengar berdua..
Itu yang membuatku saat itu juga meneteskan air mata.. aku tak tau mengapa.. tapi aku sadar bahwa aku sangat menyayanginya.. pria yang memberitahuku lagu itu.. dialah pria-ku..
*****
Kemarin malam aku dan dia berbicara tentang beberapa hal.. aku tau betul dari percakapan tersebut terlihat bahwa aku adalah pengecut.. saat itu kami berdua berbicara mengenai system.. sungguh semua system itu memang baik.. disini saya menganulir perkataan saya yang menyatakan bahwa system pendidikan terutama Ujian Nasional merupakan suatu kesalahan.. hanya saja mungkin system tersebut dapat dimodifikasi lagi menjadi system yang lebih baik sehingga dapat menjadi suatu system yang ideal untuk di terapkan di Indonesia.. saat itu dia berkata “coba lo duduk disana dibangku DPR, masalahnya mentri dulu juga punya argument yang sama kaya lo”.. hehe..  sesungguhnya saya sangat tidak tertarik dengan tantangannya.. saat itu sedikit rasa sesak saya rasa.. menghujam.. tapi tak sakit.. cukup mengingatkan saya betapa di dunia ini tak ada sesuatu yang sempurna..

Dia menyebarkan tulisan saya yang sedikit dramatis mengenai idealisme yang telah terampas secara tidak sengaja oleh sebuah system.. tapi sungguh itu yang terjadi pada lingkungan saya.. jikalau ditempat kalian tidak.. saya akan sangat bersyukur..
Saat itu saya berpendapat bahwa “politik ga akan pernah ngehancurin lo.. dia ngehancurin orang-orang sekitar lo”.. eureka.. jadi intinya saya menyatakan bahwa saya tak akan pernah mau mengorbankan orang-orang yang ada didekat saya dan amat sangat saya sayangi.. sampai pada satu titik.. dia berbicara bahwa “bahkan kalau ada samurai di leher lu.. (dalam hal ini saya) gue bakal tetep ada di posisi yang benar”.. pada akhirnya saya mendapat kesimpulan.. bahwa saya memang tidak diciptakan untuk menjamah ranah politik.. saya tidak memiliki keteguhan hatinya

Itu sedikit percakapan kami..
Apa kalian tau? Bagaimana perasaan saya pada awalnya mendengar pernyataan terakhir? Entah.. merasa ditelantarkan? Sedikit.. walaupun itu masih dalam konteks “jika”.. ingin sedikit bercerita tentang dia..
******
Kawan.. dia adalah priaku.. pria terjujur yang pernah ku temui setelah ayah dan kakek ku.. dia hampir tidak pernah mengatakan apa yang sungguh sangat ingin aku dengar.. dia selalu mengatakan apa yang dia lihat dan dia rasakan.. kau tau kawan? Aku bahagia..
Ketika laki-laki lain mencoba mengajariku dengan berkata dan memerintahku melakukan ini dan itu.. yang dia lakukan selama ini denganku hanyalah mengobrol.. tidak ada kalimat perintah.. tidak ada paksaan.. dia memberikan aku duniaku.. duniaku saat ini.. yang seharusnya aku dapat belajar tanpa perlu diperintah-perintah.. aku bukan anak kecil lagi bukan?.. tanpa berbicara banyak itu yang ku tangkap.. dari obrolan-obrolan kami.. dia menegurku secara halus.. sangat halus.. membuatku sadar bahwa aku harus belajar menjadi seorang wanita dewasa.. agar aku kelak pantas berdampingan dengannya.. betapa aku wanita yang sangat memiliki banyak kekurangan.. aku sadar itu
Dari sikapnya yang tegar dan selalu tak pernah ingin terlihat lemah dihadapanku.. aku belajar.. dan paham bahwa aku harus selalu berdo’a untuk sisi yang tak pernah ingin dia perlihatkan padaku.. berdo’a agar keberadaanku cukup berguna untuk membuat dia selalu tegar.. berdo’a agar dia selalu dilindungi oleh Tuhan..

Di balik sikap cueknya.. aku tahu betul betapa dia selalu menjaga dirinya untukku.. dan mungkin tepatnya untuk menjaga dirinya dari wanita lain yang  selain haknya..

Dari setiap kata yang dia ucapkan
Aku sangat sangat sadar bahwa aku adalah wanita yang tak sempurna yang paling beruntung.. dia selalu membuatku merasa menjadi wanita yang dia butuhkan..

Hal yang paling membuatku termangu adalah perkataannya semalam,
 “bahkan kalau ada samurai di leher lu.. (dalam hal ini saya) gue bakal tetep ada di posisi yang benar”, itu yang dia katakan..
Sekilas aku merasa sedih.. kemudian dia berkata.. jikalau itu kita alami maka kau akan masuk surga dan syahid.. hehe..
Terkesan mengada-ngada kah?? Tidak kawan.. pernyataan yang sangat logis.. yang aku dapat adalah.. dalam keadaan seterpuruk apapun keadaan kita berdua.. dia akan menempatkanku pada posisi yang mulia.. apakah aku harus masih merasa sedih atas pernyataannya? Tentu saja tidak.. aku sangat senang memiliki pria sepertinya.. priaku yang jujur..

Priaku yang kuat.. satu saat dia merasa kesakitan.. aku menangis.. aku tau dia sangat kuat.. tapi bagaimana seseorang yang sangat kuat sampai merasakan sakit.. pasti rasa sakit yang dia rasa bukanlah rasa sakit orang biasa.. karena dia sangat kuat bukan?? .. kawan.. aku sangat ingin ada disisinya.. memeluk dia erat sampai dia tertidur dipelukanku.. bolehlah dia berbagi rasa sakit denganku.. agar sakit yang dia rasa tak begitu membebaninya..

Kawan.. aku sangat tak ingin kehilangan pria sepertinya.. aku selalu berharap dia menjaga dirinya untukku.. menungguku sampai aku dapat memeluknya saat dia membutuhkanku.. mendengarkannya saat dia butuh untuk didengarkan.. menjaganya dengan caraku..

Kawan.. aku sangat sangat ingin bersamanya.. setiap kali aku berdo’a.. selain mendo’akan keluargaku tercinta.. aku berdo’a untuk kami… agar suatu saat nanti kami dapat dipersatukan.. jikalau dunia ini bukanlah tempat yang dapat mempersatukan kami.. aku tau Tuhan maha mendengar dan do’aku akan segera dijadikanNya kenyataan.. aku akan menunggunya di dunia yang tak pernah kita jamah.. aku hanya ingin menjadi bidadarinya..

Kawan.. betapa aku amat khawatir terhadapnya.. aku sangat mengerti dia mengerti kekhawatiranku.. aku bersyukur dia mau sedikit berbaik hati kepada tubuhnya belakangan ini.. aku sangat amat berharap nantinya dia akan sangat berbaik hati pada tubuhnya sendiri.. merawatnya untukku kelak..

****
Terimakasih untuk kesediannya menjadi priaku..
 pria yang selalu membuatku merasa sempurna ditengah ketidak sempurnaan yang melilitku..
terimakasih untuk kesediannya menjadi priaku...
pria yang selalu membuatku  tersadar bahwa aku harus banyak sekali belajar tanpa menyinggungku..
terimakasih untuk kesediaannya menjadi priaku
pria yang telah membuatku mengerti bahwa aku harus dekat dengan Nya agar aku dapat dekat denganmu
****


You Might Also Like

5 komentar

  1. cieeeeeeeeehhh cieeehhhh..............
    who is him then???

    ReplyDelete
  2. avgvsta, amare et sapere vix deo conceditur

    I-M-O

    ReplyDelete

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"