Aku Hanya Sedang Rindu




Saat aku baru membuka mataku menatap dunia
semua seakan baik-baik saja
ku tutup lagi mataku..
merasakan sesuatu yang tak dapat ku lihat
mencoba mencari sesuatu dalam gelap sepi

saat sepi merasuk dalam diamku..
kemudian aku mulai mencoba merasa..
saat aku membiarkan gelap menguasaiku

ku pikir akan ada senyum..
namun hampa yang ku dapat
ku pikir ada ada tenang
namun sesak yang ku dapat
ku pikir ada bahagia
namun perasaan sedih yang ku rasa...

bukankah gelap temanku kelak?
bukankah hampa sahabatku kelak?
bukankah tenang yang ku damba kelak?
bukankah bahagia cita-cita ku kelak?

aku pikir gelap akan membiarkanku mendapat teman lain
aku pikir hampa akan membuatku tegar
aku pikir saat aku dapat tenang aku dapat hilangkan resah
aku pikir saat aku bahagia aku dapat musnahkan sepi

terlalu banyak cara yang ku pikirkan sampai aku lupa
aku cukup memikirkan satu hal saja...

saat sesak makin menghimpitku dalam gelap
aku enggan bercerita
tapi bukankah aku selalu menangis di setiap sujudku...
kerena aku menceritakan semuanya..
gelap, sesak, menjeratku lebih erat sesaat..
membuatku sulit bernapas...
membuatku berteriak.. 
namun hampa adalah sahabatku... 
seketika semua diam..
aku sadar aku sendiri..

apa aku bodoh berteriak?
hampa adalah sahabatku.. mungkin aku berusaha lupa..
dan masih dalam gelap.. aku mencoba mendapatkan diriku kembali
mendapati kenyataan masihlah sahabatku yang mungkin abadi

terlebih karena terkadang hampa, sepi, gelap, membuatku merasakan tenang dan bahagia
betapa aku harus merasakan semua hal yang tak menyenangkan untuk tahu betapa menyenangkannya hal lain..

sampai kapan? 

aku coba berdamai dengan gelap
rehat sesaat

ku buka mataku kembali
dan kudapati diriku berteriak

SEPI!!! Kapankah kau berniat pergi dari hidupku untuk sesaat

kuat-kuat ku hirup semua udara yang mampu ku hirup
sampai penuh paru-paruku
apakah disana sesak?
aku merasakan sesak.. mungkin sebaiknya ku hirup dia dengan tidak terburu-buru
bukankah aku masih punya waktu..

aku lepaskan semua yang membuatku sesak.. 
ternyata udara

ku pejamkan lagi mataku
mencoba menjadi teman sejati sang gelap..

tak seburuk sebelumnya..
aku merasakan ramai
aku melihat banyak orang dengan bukan dengan mataku
aku mendapati diriku duduk..
masih sendiri...
dibawah pohon rindang di tengah hiruk pikuk..

entah kenapa semakin sesak
di luar gelap...
perasaanku bergejolak
memaksaku menangis.. lalu sepi kembali ku rasa

lalu apakah yang sebenarnya ku cari?
bukankah sepi yang ku rindu karena dialah teman setiaku?
ataukah ramai yang ingin ku jamah karena aku sudah lama kehilangannya?
entahlah..

mungkin hanya sang gelap yang tau.. 
atau mungkin aku hanya sedang rindu.. 



You Might Also Like

2 komentar

  1. ini puisi???
    #shocked

    gw kirain cuplikan diary anak esempe =__=

    #jungkir balik

    ReplyDelete
  2. Somehow I can relate to this poem.

    Nice writing! ��

    ReplyDelete

semoga bermanfaat
mohon kritik dan saran yang membangun ya :D
"sharing is caring"